Penyakit Ebola ditemukan di belahan negara Afrika, namun bukan berarti tidak bisa sampai ke Indonesia. Dari hasil sebuah penelitian yang pernah dilakukan Universitas Airlangga beberapa waktu lalu menyebutkan, menurut sumber yang dikutip dari http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0040740, bahwa di tahun 2012 lalu virus ebola ditemukan pada beberapa orang utan di Kalimantan. Virus tersebut diduga berasal dari babi utan.

Penyebaran virus Ebola dari belahan negara Afrika diduga bersumber dari kelelawar dan manusia yang terserang virus ini karena menghirup air liur dari kelelawar pembawa virus Ebola tersebut. Meski virus ini ditemukan di Sudan dan Kongo pada tahun 1976 silam, namun penyebaran virus ini masih terus berlangsung. Terbukti di tahun 2014, menurut http://www.cdc.gov/vhf/ebola/outbreaks/2014-west-africa/, virus ini mematikan banyak penduduk Afrika dan menjadi wabah dunia.

Manusia yang terkena virus ini dapat menularkan ke manusia lain dengan berbagai cara. Karena itulah, jika ada keluarga yang terkena virus ini, sebaiknya dirawat di rumah sakit agar tidak menularkan ke anggota keluarga lainnya. Jika petugas rumah sakit tidak melindungi diri dengan sarung tangan, masker, pakaian anti bakteri dan sebagainya, bisa juga terjangkit virus ini. Dalam banyak kasus, beberapa petugas medis juga mengalami kematian akibat menangani pasien pengidap virus Ebola.

Selain itu, penularan penyakit Ebola juga bisa terjadi di tempat-tempat umum seperti bandara, restoran, sekolah atau kantor. Terkadang, ada pasien yang tidak menyadari dirinya terkena virus Ebola namun ketika berdekatan dengan banyak orang lain didekatnya, maka pada saat itu pula dia bisa menularkan virus Ebola. Diketahui, gejala seseorang terkena virus Ebola baru diketahui ketika si penderita mulai merasakan demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala yang diikuti mual dan diare. Padahal, sakit tenggorokan merupakan gejala awal seseorang terkena virus Ebola. Bisa jadi, saat dia hanya mengalami sakit tenggorokan saja, dia tidak mempedulikannya. Karena dia hanya menganggapnya penyakit biasa.

Karena itulah, cara terbaik bagi kita adalah mencegah jangan sampai terserang berbagai virus dan bakteri di sekitar kita dengan menjaga sistem imun tubuh kita, dengan beberapa cara sebagai berikut ini :

  1. Biasakan mencuci tangan, dimana pun kita berada
  2. Makan dan tidur teratur serta berolahraga
  1. Masak daging apapun harus dalam keadaan matang, jangan setengah matang
  2. Konsumsi suplemen EGOJI secara rutin untuk keluarga. Sebab EGOJI adalah suplemen Herbal Peningkat Daya Tahan Tubuh yang pertama di Indonesia yang mengandung 4 komposisi herbal paling lengkap seperti Goji berry (meningkatkan sistem imun tubuh, melindungi jantung, menyehatkan fungsi hati, sebagai sumber anti oksidan yang cukup tinggi, membantu terhindar dari kanker serta membantu meningkatkan penglihatan mata), Black elderberry (membantu meningkatkan sistem imun untuk melawan penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan seperti asma, batuk, pilek, & sakit tenggorokan, mempercepat penyembuhan penyakit dan mencegah penyakit),  Echinaceae (meningkatkan sistem imun untuk melawan infeksi, mencegah influenza, dll ), Phyllanthus niruri (meningkatkan sistem imun, sebagai anti bakteri dan membantu melindungi fungsi hati atau hepatoprotektor agar dapat mengeluarkan racun-racun dalam tubuh akibat pemakaian obat-obatan). Rasanya yang enak dan disukai anak-anak.
  3. Dengan sistem imun tubuh yang kuat, kita tidak akan mudah terkena berbagai macam penyakit. Terutama sangat penting menjaga sistem imun tubuh pada anak-anak di bawah usia 12 tahun karena mereka masih butuh suplemen untuk membantu memperkuat sistem imun seperti EGOJI. (*)